Tampilkan postingan dengan label inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiring. Tampilkan semua postingan

Kisah Nyata, Penggali Kubur yang Tiduri Jenazah Seorang Gadis Hingga Seperti Ini!


Pekayok - Entah apa yang dipikirkannya, pria tersebut gemar mencuri kain kafan milik jenazah yang telah ia kuburkan. Hingga pada suatu hari jenazah seorang gadis membuat nafsunya membuncah dan menjadi seperti ini.

Maklum sebagai manusia, dimana gemar sekali menilai orang bukan dari apa yang telah mereka pahami betul-betul, namun hanya dari sekejap mata saja dan melongok dari luar sampulnya. Sehingga yang terjadi adalah seakan menjudge orang tersebut benar-benar bersalah. Bukan hanya kita, Rasulullah pun pernah melakukan hal tersebut secara tak sadar, dan memang jika kita mendengar kisahnya pasti kita juga berpikiran sama.

Seperti apa kisahnya?

Disuatu hari Saiyidina Umar Al-Khattab menghadap Rasulullah S A.W sambil menangis, jadi bertanyalah Rasulullah “Wahai Umar, apakah yang membuat engkau hingga menangis seperti ini? ”

Jawab Umar ” Ya Rasulullah, ada seorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku.”

Berkata Rasulullah ” Ya Umar, bawalah ia masuk.” Lalu Umar membawa pemuda yang tengah menangis itu masuk.

Bertanya Rasulullah “Apakah yang sudah engkau kerjakan hingga engkau menangis?”

Pemuda itu menjawab “Wahai Rasulullah, saya telah lakukan dosa yang besar! Saya sangat takut pada Allah S.W.T yang sangat murka kepadaku.”

“Apakah anda mempersekutukan Allah?”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Apakah anda membunuh jiwa yang anda tiada hak membunuhnya? ”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Allah akan mengampunkan dosa anda meskipun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit.”

“Wahai Rasul Allah, saya sudah lakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya.”

“Apakah dosamu itu semakin besar dari Al-Kursi?”

“Dosaku lebih besar.”

“Apakah dosamu semakin besar dari Arsy?”

“Dosaku semakin besar.”

“Apakah dosamu lebih besar dari maaf Allah?”

“Maafnya lebih besar?”

“Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar kecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya.” Rasulullah bersabda lagi “Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan?”

“Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah.”

Rasulullah bertanya dengan kuat “Beritahu saya apakah dosamu itu?”

“Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali kubur. Saya sudah lakukan kerja menggali kubur selam 7 tahun. Disuatu hari, saya menggali kubur seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia. Tak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali pada mayat itu lantas akupun menyetubuhinya. Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia. Belum jauh saya mengedar dari situ, tiba-tiba gadis itu bangun dan berkata, ‘Celaka benar anda wahai pemuda! Bukankah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak! Apabila tiba masanya setiap orang yang zalim bakal dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarlah saya telanjang serta kau hadapkan saya pada Allah S. W. T dalam kondisi junub!’ ”

Usai Rasulullah mendengar info dari pemuda itu, dengan segera Rasulullah bangun sembari bersabda “Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini”

Sepanjang 40 hari pemuda itu memohon ampun pada Allah dan saat malam ke 44, ia melihat ke langit sambil berdoa “Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, bila Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah S.A.W dan para sahabatnya. Bila tak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya didunia ini dan selamatkan saya dari seksa akhirat.”

Tak berapakah lama selepas momen itu, turunlah Malaikat Jibril A.S menjumpai Rasulullah. Selepas berikan salam Jibril A. S berkata “Wahai Muhammad, Tuhanmu berikan salam padamu.”

Jawab Rasulullah S.A.W “Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan.”

Allah bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk?”

“Dialah Allah yang jadikan segala makhluk.”

“Adakah anda yang memberi rejeki pada makhluk?”

“Dialah Allah yang memberi rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain.”

“Apakah anda berikan taubat pada mereka?”

“Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka.”

“Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya sudah memaafkannya.”

Jadi segera baginda memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahawa Allah sudah terima taubatnya dan memaafkannya.

Nabi pernah mengalami hal seperti itu dan langsung ditegur oleh Allah SWT, apalagi ketika kita yang mencela dan mengolok-olok mereka yang notabene suka berperilaku kasar, gemar mengerjakan dosa, dan juga tak pernah beribadah. Ketahuilah bahwa mereka bisa saja bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, dan ketika mereka telah berubah untuk tak lagi mendekati dosa, maka bisa jadi mereka lebih baik dari kita yang mengaku setiap hari berbuat kebaikan.


Sumber : Wajibbaca.com

Lihat Aksi Bocah ini Bikin Heboh setengah mati,dia menunjukan caranya bagaimana menyelesaikan masalah Namun yang dilakukan nya tidak diduga duga dan bikin Salut semua orang


Pekayok - Seorang bocah sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan:

Kepada

Yth, Tuhan di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah,Rp 10.000 untuk membayar uang seragam,dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000 Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari: Gareng

Gareng pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Gareng, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.

Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana untuk di berikan ke Gareng, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,- Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan: “Dari Tuhan di Surga” dan menyerahkan ke anak buahnya utk dikembalikan ke Gareng.

Menerima uang tersebut, Gareng merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Gareng pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi: TERIMA KASIH TUHAN, TAPI LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-.

Sumber : [riajenaka]

Baca Dan Bagikan Surat ini!! dibuat untuk Semua Orang tua yang ada.., Sedih yang dirasakan Anak kita


Pekayok - Seorang kepala sekolah di SD Mutiara Persada, Bantul, Yogyakarta, Suwarsana menulis surat terbuka kepada para orang tua. Surat tersebut kemudian menyebar menjadi viral di kalangan netizen. 

Surat tersebut berisi ajakan kepada para orang tua agar tidak menekan anak dan memaksakan kehendak pribadi kepada anak.

Orang tua zaman sekarang masih ada yang memaksakan rasa egois dan ambisi pribadi pada anak. 

Misalnya saja, seorang anak harus masuk jurusan IPA karena gengsinya lebih tinggi dan menjamin masuk universitas negeri. 

Selain itu, anak yang berasal dari keluarga dokter, juga diwajibkan harus menjadi dokter juga.

Dalam surat yang dibuat Suwarsana, isinya begitu menyentuh hati para orang tua. Sehingga mata dan hati pikiran orang tua bisa lebih terbuka bahwa anak memiliki hak untuk memilih. 

Ada beberapa bagian yang paling menyentuh dari isi surat tersebut, di antaranya.

“Bersama surat ini kami sampaikan bahwa, ujian anak Anda telah selesai. 

Saya tahu Anda cemas dan berharap anak Anda berhasil dalam ujiannya. Tapi mohon diingat, di tengah-tengah para pelajar yang menjalani ujian itu, ada calon seniman yang tidak perlu mengerti matematika. 

Ada calon pengusaha yang tidak butuh pelajaran sejarah atau sastra. Ada calon musisi yang nilai kimianya tidak akan berarti. 

Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada fisika di sekolah. Ada calon fotografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini”.

Surat dari Kepala Sekolah SD Mutiara Persada, Bantul, Yogyakarta, Suwarsana (Istimewa)
“Sekiranya anak Anda lulus menjadi yang teratas, hebat! Tapi bila tidak mohon jangan rampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. Katakan saja “tidak apa-apa, itu hanya sekadar ujian. 

Anak-anak itu diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. Katakan pada mereka tidak penting berapapun nilai ujian mereka, Anda mencintai mereka dan tak akan menghakimi mereka. 

Lakukanlah ini dan di saat itu, lihatlah anak Anda menaklukan dunia, sebuah ujian atau nilai terendah takkan mencabut impian dan bakat mereka. 

Dan mohon berhenti berpikir bahwa hanya dokter dan insinyur yang bahagia di dunia ini”.

Hal itu dibenarkan Psikolog Klinis, Analisa Widyaningrum. Dia membenarkan banyak anak sekarang kecil-kecil sudah mengalami stres karena tuntutan orang tua. 

Selama menjadi psikolog, Analisa juga menerima banyak pasien anak-anak atau pelajar yang merasa stres karena pendidikan yang terlalu keras.

Pengalaman lainnya, banyak pula pasiennya yang mengalami stres karena harus memenuhi tuntutan orang tua. Orang tua memaksakan kehendak anak harus masuk jurusan IPA atau kedokteran. 

Ada pula siswa asing yang stres di sekolah karena belum lancar berbahasa Indonesia.

“Berbagai macam anak yang datang mengalami stres karena pendidikan. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.

Sumber : Jawapos.com

Sangat Menyentuh HATi! Beginilah Perjuagan Seorang ayah yang jualan bakso sambil bawa anaknya usia 2 tahun,Karena Ibunya...


Pekayok - Lika-liku perjalanan hidup setiap orang memang berbeda. Namun masa-masa yang sulit cobaan kehidupan memang tak mengenal usia, muda atau bahkan sudah berkeluarga, sah-sah saja mengalaminya. Seperti halnya yang dialami oleh seorang pria penjual bakso Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur. Pria yang saban hari berprofesi sebagai penjual bakso keliling ini harus membawa anaknya yang berusia 2 tahun, bahkan hingga tertidur di emperan masjid jalan raya.

Egha Abdi, pengunggah foto tersebut mengatakan bahwa pria penjual bakso yang ia temui itu terpaksa membawa anaknya yang masih balita itu karena ibu si bayi pergi meninggalkan mereka, sehingga ayah tersebut harus membawanya sambil bekerja. Dalam foto yang diunggah pada Senin (6/6) tersebut, terlihat jaket kecil berwarna oranye milik anaknya yang tersampir di motor. Foto tersebut kemudian viral di media sosial dan menuai simpatik banyak orang.

"Kasihan lihat bapak ini jualan bakso sama bawa anaknya yang masih umur 2 tahun. Katanya si ibunya (pergi) meninggalkan rumah. Kalau dulur-dulur sedang melintasi jalan raya Karangketug, tepatnya di depan Masjid Karangketug, mohon menyisakan waktunya buat beli bakso bapak ini. Kasihan buat menghidupi anaknya," tulis Egha seperti dikutip dari akun media sosialnya

Saat dikonfirmasi, Egha mengatakan bahwa pria tersebut bernama Heri asal Malang, Jawa Timur. "Namanya (Pak) Heri asal Malang, Jawa Timur. Dia nge-kos di daerah gang Masjid, Randusari, Gadingrejo, Kota Pasuruan," ujar Egha kepada brilio.net, Selasa (6/6).

Hingga berita ini ditulis, postingan Egha sudah dikomentari dan dibagikan ratusan pengguna media sosial. Banyak yang berharap pria penjual bakso dan anaknya yang masih kecil tersebut sehat dan dilancarkan rezekinya. 

Sumber : Brilio.net

SEDIH!Orang Tua Bocah Ini Tidak Tahan Melihat Anak Menjadi Bulan Bulanan Orang Karena Penampilan nya,Kini Anak nya Sudah Remaja Dan Semakin.....


Pekayok - Evan Hill namanya. Remaja laki-laki ini berasal dari Selandia Baru. Sejak lima tahun lalu bocah ini menghebohkan publik karena keadaan yang dialaminya. Ia mempunyai dua gigi depan yang lebih besar dibanding gigi normal. Karena itu ia dijuluki si gigi kelinci

Remaja laki-laki yang menginjak abege ini menjadi bahan tertawaan di sekolah. Selain dirisak, Evan juga diintimidasi. Karena itu orangtua Evan memutuskan untuk mencari cara agar anaknya tersayang bisa selamat dan bisa menjalani hari-harinya bahagia seperti anak-anak seusianya.

Gigi Evan yang menonjol itu selain selain tak enak dilihat juga tak berfungsi. Orangtuanya lalu mencari dokter gigi. Namun sayang, orangtuanya tak punya cukup uang untuk melakukan operasi. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggadaikan rumahnya yang selama ini mereka tinggali.

Beruntung, sebuah komunitas melakukan penggalangan dana amal. Tak diduga, aksi sosial untuk si gigi kelinci itu memperoleh sambutan yang baik. Banyak orang berbondong-bondong menyumbang. 
Semakin hari semakin banyak saja yang menyumbang untuk operasi. Bahkan beberapa orang menyumbang ribuan dolar.

Ternyata operasi gigi Evan memerlukan biaya sekitar 1,3 miliar rupiah. Fantastis. Uang sebesar itu ia peroleh dari sumbangan yang dikumpulkan dari para dermawan.

Kini, setelah 5 tahun berlalu, julukan itu pelan-pelang menghilang. Evan kini telah berubah menjadi cowok yang ganteng. Kisah Evan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Karena itu ia menyerahkan sisa uang donasinya untuk keperluan operasi anak-anak yang bernasib sama dengan dirinya.

Sumber : liputan6.com

Alhamdulillah Akhirnya Menyesalkan Perbuatan Kejinya!!Setelah Menembaki Masjid, Ex Marinir AS Menangis Minta Maaf Dihadapan umat muslim yang menyambutnya dengan hangat.


Pekayok - Medio 2015 lalu, seorang mantan personel Marinir Amerika Serikat (AS), Ted Hakey Jr., memendam begitu banyak kebencian pada umat muslim. Saking dengkinya, Hakey bahkan menembaki sebuah masjid dekat rumahnya di Kota Harftord, Connecticut, AS.

Saat itu Hakey tengah mabuk setelah minum 10 gelas alkohol dari sebuah bar. Sepulangnya Hakey dari bar, veteran Marinir berusia 48 tahun itu mengambil sepucuk pistol kaliber 9 milimeter dan senapan M14 miliknya.

Keluar rumah dengan membawa senjata, Hakey pun menembak tanpa arah di halaman rumahnya yang kemudian diarahkannya ke pintu samping Masjid Baitul Aman. Namun pada Sabtu, 2 April 2016 lalu waktu setempat, Hakey menghaturkan permintaan maafnya, sembari menyerahkan cokelat berbentuk telur Paskah sebagai pemberian.

Hickey datang bersama istrinya, Myra ke masjid tersebut, setelah diundang pemimpin masjid, Dr. Mohammed Qureshi dalam sebuah event, “True Islam and the Extremist”, terlepas jelang penahanan terhadap dirinya.

Ya, pada Februari lalu, Hakey mengaku bersalah terkait perusakan properti keagamaan yang terlingkup dalam dakwaan kejahatan berdasarkan kebencian. Hackey baru akan divonis pada Mei 2016 mendatang dengan hukuman 14 bulan penjara.

Namun sebelum itu, dia mendatangi undangan tersebut dan terpana melihat umat muslim menyambutnya dengan hangat. Hakey kemudian meminta maaf sembari menangis dan bahkan, menyempatkan diri bersujud di masjid itu.

“Suasananya sangat emosional. Dia datang sambil menangis dan gemetaran. Saya bisa merasakan ketulusan hatinya. Sebuah momen yang langka di mana Anda melihat seseorang yang pernah membenci Anda, justru kini datang dan minta maaf,” tutur Qureshi, diwartakan Independent, Sabtu (9/4/2016).

Menerima penyesalan Hakey tersebut, Qureshi menambahkan bahwa dia dan umat muslim jamaah masjidnya, akan melakukan segalanya untuk meringankan hukuman Hakey, jelang penjatuhan vonis pada Mei mendatang.

Sementara itu selain minta maaf, Hakey berjanji akan menjembatani orang-orang seperti dia yang pernah membenci Islam, agar bisa lebih paham perbedaan antara seorang muslim dan militan teroris.

“Ke depannya, saya ingin membantu Anda untuk menjembatani gap (di masyarakat) dan membantu seseorang, agar tak melakukan kesalahan yang sama seperti saya,” timpal Hakey.

Dia juga mengaku akan terus memantau sosial media Facebook, demi merespons netizen lain yang masih menganggap bahwa seorang muslim sama saja dengan seorang teroris. Sebelum melakukan penembakan terhadap masjid tersebut, Hakey juga diketahui acap menggunakan Facebook untuk menyebarkan kebenciannya terhadap Islam.

“Tolong dengarkan saya. Anda salah tentang hal ini. Saya pernah menembaki masjid, tak perlu dibicarakan lagi. Tapi Anda harus dididik. Setiap hari Anda menyebar gambar-gambar negatif dan mem-posting kutipan Alquran dengan keliru,” tutupnya.

Sumber : Atjehcyber.net

Judul "CARA AGAR HIDUPMU DAMAI DI NEGERI INI' status A.Nihaya.F teruntuk orang 'Dewasa' membuat terpaku Diam


PEKAYOKNama Afi Nihaya Faradisa telah menjadi topik perbincangan hangat di dunia maya beberapa hari terakhir.

Keberaniannya memposting berbagai ide-ide kritis membuat dirinya mencuri perhatian publik.

   Meski masih duduk di bangku SMA, siswi asal Banyuwangi ini telah menuliskan buah pikiran mendalam mengenai keberagaman yang dialami bangsa Indonesia.

Bahkan salah satu statusnya, yang berjudul "Warisan" telah dishare lebih dari 15 ribu kali dan mendapat like 30 ribu lebih.

Kebranian Afi ini kemudian membuat pihak Facebook harus menangguhkan sementara akunnya.

  Meski banyak yang mendukung aksi Afi, gadis yang telah memiliki followers Facebook lebih dari 400 ribu orang ini juga menuai banyak surat terbuka.

Afi bahkan kerap menuai banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak menyukai aksinya.

Merasakan kondisi penuh dengan tekanan ini nampaknya Afi ingin mencurahkan isi hatinya kepada para adik-adik SMP dan SMA.

Hal ini diungkapkannya dalam Facebook, Minggu (23/5/2017).

Afi menuliskan pesan tersebut dengan judul "CARA AGAR HIDUPMU DAMAI DI NEGERI INI'

"Teruntuk adik-adikku di SMP dan SMA, jangan pernah bersuara.

Jangan pernah percaya diri untuk tampil berbeda.

Jangan bersikap kritis.

Jangan berpendapat.

Jangan suarakan keresahan kalian.

   Jangan berpikir macam-macam, apalagi sampai berani mempertanyakan sebuah keadaan yang telah lama tertata.

Kalian tahu, para orang dewasa itu kadang-kadang membingungkan.

Mereka ingin negara mereka maju, tapi suara yang menyeru kemajuan ramai-ramai dibungkam hanya karena mereka tidak ingin ego mereka sebagai pihak-lebih-tua-yang-selalu-benar akan terusik.

Hanya karena mereka tidak mau posisi mereka sebagai orang yang lebih superior tercabik.

  Mereka tidak mau dibangunkan dari tidur panjang, tak seorangpun ingin kehilangan kenyamanan." begitulah pembukaan dalam status Afi.

Afi menginginkan agar pada adik-adik di bawahnya untuk hidup biasa dan sederhana.

"Sekolah ya sekolah saja.

Datang, duduk, kerjakan tugas, ujian, pulang.

Jangan berani mengkritik sistem pendidikan, guru, atau peristiwa di sekitarmu. Kau hanyalah bocah yang tak tahu apa-apa, lalu apa hakmu untuk bersuara?"

 Tak hanya itu, Afi mencoba untuk menceritakan kembali tujuan awalnya untuk mengajak berpandangan dari berbagai sisi.

"Ia hanya menyampaikan bahwa bersikap takwa dan setia pada agama tidak harus dengan mendiskreditkan keyakinan yang berbeda.

Betapa susahnya memahami hal sesederhana itu saja, sampai-sampai bullyan tak hentinya datang.

Adik-adikku sayang,

Ingatlah yang kakak sampaikan.

Jangan terlalu tinggi harapan!

Kau lihat sendiri, di negeri ini,

Korupsi, rusak moral, dan sepi nalar tidak apa-apa, asalkan kau tidak berkata terlampau jujur terhadap realita." tutupnya.

Berbagai dukungan diberikan netter untuk status yang mungkin juga menjadi curhatan Afi.

Ardhian Wijanarko : "Sik sabar y Dek... Anggep ini sebuah kerikil tajam yang memang harus dhadapi.. Jangan menunduk karena mempertahankan jati diri. Banyak yang support kok.. Tetap tabah y Dek Afi Nihaya Faradisa ^^"

Aryani Murcahyani : "Tetaplah menjadi sumber inspirasi. Banyak yg tergerak oleh tulisanmu, percayalah ... gelombang perubahan sedang terjadi. Kita bergerak bersama2 .... " 

Sumber : tribunstyle.com