Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Kisah Nyata, Penggali Kubur yang Tiduri Jenazah Seorang Gadis Hingga Seperti Ini!


Pekayok - Entah apa yang dipikirkannya, pria tersebut gemar mencuri kain kafan milik jenazah yang telah ia kuburkan. Hingga pada suatu hari jenazah seorang gadis membuat nafsunya membuncah dan menjadi seperti ini.

Maklum sebagai manusia, dimana gemar sekali menilai orang bukan dari apa yang telah mereka pahami betul-betul, namun hanya dari sekejap mata saja dan melongok dari luar sampulnya. Sehingga yang terjadi adalah seakan menjudge orang tersebut benar-benar bersalah. Bukan hanya kita, Rasulullah pun pernah melakukan hal tersebut secara tak sadar, dan memang jika kita mendengar kisahnya pasti kita juga berpikiran sama.

Seperti apa kisahnya?

Disuatu hari Saiyidina Umar Al-Khattab menghadap Rasulullah S A.W sambil menangis, jadi bertanyalah Rasulullah “Wahai Umar, apakah yang membuat engkau hingga menangis seperti ini? ”

Jawab Umar ” Ya Rasulullah, ada seorang di muka pintu ini yang yang sudah membakar hatiku.”

Berkata Rasulullah ” Ya Umar, bawalah ia masuk.” Lalu Umar membawa pemuda yang tengah menangis itu masuk.

Bertanya Rasulullah “Apakah yang sudah engkau kerjakan hingga engkau menangis?”

Pemuda itu menjawab “Wahai Rasulullah, saya telah lakukan dosa yang besar! Saya sangat takut pada Allah S.W.T yang sangat murka kepadaku.”

“Apakah anda mempersekutukan Allah?”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Apakah anda membunuh jiwa yang anda tiada hak membunuhnya? ”

“Tidak Ya Rasulullah.”

“Allah akan mengampunkan dosa anda meskipun sebesar tujuh petala langit dan bumi dan bukit-bukit.”

“Wahai Rasul Allah, saya sudah lakukan dosa yang lebih besar dari langit, bumi dan bukit-bukitnya.”

“Apakah dosamu itu semakin besar dari Al-Kursi?”

“Dosaku lebih besar.”

“Apakah dosamu semakin besar dari Arsy?”

“Dosaku semakin besar.”

“Apakah dosamu lebih besar dari maaf Allah?”

“Maafnya lebih besar?”

“Sesungguhnya tidak bisa mengampun dosa besar kecuali Allah yang Maha Besar, yang besar pengampunan-Nya.” Rasulullah bersabda lagi “Katakanlah wahai pemuda, dosa apakah yang sudah engkau lakukan?”

“Saya malu akan memberitahumu, Ya Rasulullah.”

Rasulullah bertanya dengan kuat “Beritahu saya apakah dosamu itu?”

“Begini Ya Rasulullah, kerjaku yaitu sebagai penggali kubur. Saya sudah lakukan kerja menggali kubur selam 7 tahun. Disuatu hari, saya menggali kubur seorang gadis dari kaum Ansar. Setelah saya menanggalkan kain kafannya, jadi saya tinggalkan ia. Tak jauh saya meninggalkannya, jadi naiklah nafsuku. Oleh kerana tidak bisa menahan nafsu, saya kembali pada mayat itu lantas akupun menyetubuhinya. Setelah saya memuaskan nafsu, jadi saya tinggalkan dia. Belum jauh saya mengedar dari situ, tiba-tiba gadis itu bangun dan berkata, ‘Celaka benar anda wahai pemuda! Bukankah anda berasa malu pada Tuhan yang bakal membalas pada hari pembalasan kelak! Apabila tiba masanya setiap orang yang zalim bakal dituntut oleh yang teraniaya! Kau biarlah saya telanjang serta kau hadapkan saya pada Allah S. W. T dalam kondisi junub!’ ”

Usai Rasulullah mendengar info dari pemuda itu, dengan segera Rasulullah bangun sembari bersabda “Hai orang yang fasik!, memang layak anda masuk neraka dan keluarlah anda dari sini”

Sepanjang 40 hari pemuda itu memohon ampun pada Allah dan saat malam ke 44, ia melihat ke langit sambil berdoa “Ya Allah, Tuhan pada Rasulullah, Nabi Adam dan Udara, bila Engkau sudah mengampunkannu, jadi beritahulah Rasulullah S.A.W dan para sahabatnya. Bila tak, jadi kirimkan pada saya api dari langit dan bakarlah saya didunia ini dan selamatkan saya dari seksa akhirat.”

Tak berapakah lama selepas momen itu, turunlah Malaikat Jibril A.S menjumpai Rasulullah. Selepas berikan salam Jibril A. S berkata “Wahai Muhammad, Tuhanmu berikan salam padamu.”

Jawab Rasulullah S.A.W “Dialah Assalam dan daripada-Nya salam dan kepada-Nya semua keselamatan.”

Allah bertanya, apakah anda yang jadikan makhluk?”

“Dialah Allah yang jadikan segala makhluk.”

“Adakah anda yang memberi rejeki pada makhluk?”

“Dialah Allah yang memberi rejeki pada saya dan makhluk-makhluk yang lain.”

“Apakah anda berikan taubat pada mereka?”

“Dialah Allah yang terima taubat dariku dan mereka.”

“Allah berfirman, maafkanlah hamba-Ku itu kerana Saya sudah memaafkannya.”

Jadi segera baginda memanggil pemuda itu dan menjelaskan padanya bahawa Allah sudah terima taubatnya dan memaafkannya.

Nabi pernah mengalami hal seperti itu dan langsung ditegur oleh Allah SWT, apalagi ketika kita yang mencela dan mengolok-olok mereka yang notabene suka berperilaku kasar, gemar mengerjakan dosa, dan juga tak pernah beribadah. Ketahuilah bahwa mereka bisa saja bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, dan ketika mereka telah berubah untuk tak lagi mendekati dosa, maka bisa jadi mereka lebih baik dari kita yang mengaku setiap hari berbuat kebaikan.


Sumber : Wajibbaca.com

Zakir Naik dan Habib Rizieq Bersatu di Arab Saudi, Ada Apa?


Pekayok - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ternyata memiliki jadwal super padat meski berada di negeri orang. Bahkan, di salah satu kegiatannya, Rizieq sempat bertemu dengan pendakwah asal India, Zakir Naik.

Hampir setiap hari pentolan FPI itu melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan dengan berbagai pihak. Tak hanya yang berasal dari Indonesia, namun Rizieq juga memenuhi beberapa undangan dari pejabat dan ulama di negara timur tengah itu.

“Selasa kemarin sampai menjelang Subuh memenuhi beberapa undangan dari pejabat dan ulama di Saudi,” kata kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro kepada kriminalitas.com, di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Salah satu yang ditemui Rizieq ialah Syekh Kholid al Hamudi yang merupakan ulama besar di Arab Saudi.

“Syekh Kholid Al Hamudi juga sering membawa dan memperkenalkan tokoh atau ulama Indonesia ke Imam Masjidil Haram,” ujar Sugito.

Bahkan, kata Sugito, Rizieq juga sempat bertemu dengan pendakwah Zakir Naik saat menghadiri takziah meninggalnya ibunda Syekh Kholid al Hamudi.

“HRS akhirnya bertegur sapa, intinya HRS berterima kasih dengan ZN karena sudah berkunjung ke Indonesia dan ZN pun bangga dengan perjuangan HRS selama ini,” kata Sugito.

Diketahui, Habib Rizieq kini tengah menjadi orang yang paling ditunggu di Indonesia lantaran terjerat kasus dugaan pornografi dan tak kunjung pulang dari luar negeri. Serangkaian upaya polisi memulangkannya menemui jalan buntu.

Bahkan, kabar terbaru menyebut dia mendapat perpanjangan visa dari pemerintah Arab Saudi.

Sumber : Kriminalitas.com

Mari Belajar kepada 5 Golongan Orang Yang Terbebas Dari Seramnya Pertanyaan Malaikat Di Kubur,Nomor 2 Sangat Mudah..


Pekayok - Saat kematian sudah menjemput, kita akan menjalani kehidupan di alam barzah hingga hari kiamat. Menurut Al-Quran dan Hadis, setiap manusia akan ditanyai Malaikat Munkar dan Nakir. Jika semasa hidup beriman kepada agama Allah maka pertanyaan dua malaikat tersebut dapat dijawab.

Namun, ternyata ada golongan orang yang sama sekali tidak ditanyai oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Mereka yang termasuk ke dalam golongan ini akan terhindar dari siksa kubur yang begitu menyeramkan. Lalu, siapa saja mereka?

1. Orang yang Mati Syahid

Dari sebuah riwayat Rasyid bin Sa’ad, ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW. “Wahai Rasulullah SAW, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada?” Beliau menjawab, “Kilatan pedang yang berkelabat di atas kepala mereka sudah cukup menjadi ujian bagi mereka.” (Dishahihkan oleh Syaikh al-Albâni Rahimahullah).

2. Sering Membaca Surat Al-Mulk

Salah satu surat dalam Al-Quran juga bisa menjadikan seseorang terbebas dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, yatu Surat Al-Mulk. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut surat ini dengan Al-Maani’ah (pencegah dan penahan siksaan). Rasulullah SAW bersabda, “Dialah surah pencegah yang mencegah pembacanya dari siksa Kubur." (HR. An-Nasaa'i).

3. Orang yang Berjaga di Perbatasan Wilayah Muslim untuk Membela Islam

Orang yang berjada di perbatasan kaum muslim dan meninggal dalam bertugas akan terbebas dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Fadhdhalah bin Ubaid meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Ribath (berjaga) sehari semalam lebih baik dari puasa dan salat malam sebulan. Kalau seseorang mati dalam kondisi seperti ini, amalnya akan mengalir dan dicurahkan rizki atasnya serta dijamin bebas dari ujian (kubur).” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).

4. Meninggal di Hari Jumat

Rasulullah bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari Jumat akan dijaga oleh Allah SWT dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

5. Meninggal Karena Sakit Perut

Dalam sebuah hadis dari Abu Daud, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa mati karena penyakit dalam perutnya tidaklah ia disiksa dalam kuburnya.” (HR Ibu Maajah Al Baihaqi dan At-Turmudzi).

Sumber : Babe.Co.id

Hati Hati!Perhatikan Sujud Saat Shalat,Sujud ini Banyak Yang Tidak Sadar..


Pekayok - Setiap muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat 5 waktu dalam seharinya. Shalat inilah yang menjadi pembeda antara muslim dengan non muslim.

Setiap muslim tentu mendambakan shalatnya khusu’ dan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, oleh karena dalam melaksanakan shalat haruslah sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan dan dituntun oleh nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam.

Dalam sholat ada banyak gerakan yang dilakukan, seperti berdiri, ruqu’, sujud dan duduk. Setiap gerakan-gerakan tersebut seharusnya benar dan sesuai dengan sunnah nabi shalallahu’alaihi wa sallam. Berikut ini ada sebuah info penting bagaimana sujud yang malah bisa membatalkan shalat.

Seperti yang dikutip dari infoyunik.com, sujud merupakan salah satu gerakan wajib yang harus dilakukan ketika salat. Inilah salah satu bentuk ketaatan seorang hamba, dengan jalan merendahkan diri-Nya di hadapan Allah SWT.

Selain menjadi rukun salat, sujud juga memiliki manfaat menakjubkan jika dikaji dari segi medis. Posisi ini menyebabkan darah akan kaya oksigen dan bisa mengalir maksimal ke otak, sehingga berpengaruh terhadap daya pikir seseorang.

Seperti gerakan salat lainnya, bersujud juga memiliki aturan tersendiri. Jika salah dalam gerakannya maka akan menyebabkan batal dan tidak sah nya salat seseorang. Lantas seperti apa sujud yang benar dan sujud yang membatalkan salat? Berikut ulasannya.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan untuk melakukan sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain riwayat tersebut, hadist riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki…” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan di atas terdapat tujuh anggota tubuh yang terlibat saat seseorang melaksanakan sujud. Anggota tubuh tersebut antara lain, dahi dan mencakup hidung, dua telapak tangan, lutut dan dua ujung kaki.

Sujud yang salah mungkin sering dilakukan seorang muslim ketika salat. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan dan membutuhkan pencerahan.

Tidak dipungkiri bahwa dalam salat ada orang-orang yang hanya menempelkan dahinya saja ke tanah atau lantai ketika bersujud. Cara tersebut salah karena Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk menempelkan dahi dan hidung ketika sujud. Hal ini berdasarkan dua hadist Rasulullah SAW berikut.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menempelkan dahi dan hidungnya ke lantai…” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 141)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah, sebagaimana dia menempelkan dahinya ke tanah.” (HR. Ad Daruqutni dan At Thabrani dan dishahihkan Al Albani dalam Sifat Shalat, Hal. 142).

An-Nawawi mengatakan, “Untuk anggota sujud dua tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki, apakah wajib sujud dengan menempelkan kedua anggota badan yang berpasangan itu? Ada dua pendapat Imam ‘alaihis salam-Syafii.

Pendapat pertama, tidak wajib. Namun sunah muakkad (yang ditekankan).

Pendapat kedua, hukumya wajib. Dan ini pendapat yang benar, dan yang dinilai kuat oleh as-Syafi’i Rahimahullah. Karena itu, jika ada salah satu anggota sujud yang tidak ditempelkan, shalatnya tidak sah.” (al-Majmu’, 4/208).

Sementara itu Dr. Sholeh al-Fauzan menjelaskan dua rincian untuk orang dalam bersujud. Jika seseorang tidak menempelkan tujuh anggota tubuhnya karena udzur yang menghalanginya.

Maka tidak ada masalah baginya untuk melakukan sujud dengan bertumpu pada anggota sujud yang bisa dia letakkan di tanah. Sedangkan anggota sujud yang tidak mampu dia letakkan, menjadi udzur baginya.

Akan tetapi ini tidak berlaku terhadap orang-orang yang masih sehat dan tanpa ada udzur yang diizinkan syariat, jika tidak meletakkan 7 anggota sujudnya, maka shalatnya tidak sah.

Karena dia mengurangi salah satu rukun shalat, yaitu sujud di atas 7 anggota sujud. Lalu bagaimana dengan wanita yang memakai mukena sehingga asesorisnya menutupi dahi? Ternyata hal ini juga banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Terkadang asesoris yang berlebihan dalam mukena yang terpasang di bagian muka, menghalangi jidat menempel di alas shalat ketika sujud. Hal ini dapat menyebabkan shalat wanita tersebut tidak sah.

Karenanya wanita diharapkan berhati-hati ketika memilih mukena untuk salat. Karena dengan mukena yang menutupi dahi, maka sujud tersebut tidak sah karena tidak langsung menyentuh tempat salat. Jika sujud tidak sah, otomatis salatnya juga tidak diterima.

Imam Taqiyuddin Asy-Syafi’I dalam Kifayatul Akhyar memberi penjelasan mengenai masalah tersebut, “Ketika seseorang bersujud dengan dahi dan hidung tidak menempel ke tanah (alas shalat) maka tidak sah, atau bersujud diatas serban (yang merupkan bagian dari busana) maupun lengan baju yang sedang ia pakai juga dianggap tidak sah, karena kesemuanya itu menempel dengan badan.”

Dengan artian apa saja yang sedang dipakai seseorang dalam shalat seperti mukena, serban, peci dan lain-lain yang menghalangi dahi maupun telapak tangan menempel ke alas shalat ketika bersujud maka tidak sah.

Sementara dengan sajadah atau serban yang sengaja digunakan sebagai alas sujud, tidak mengapa dipergunakan, karena tidak termasuk dalam sesuatu yang dipakai yang tidak mengikuti gerakan dalam shalat sebagai mukena.

Semoga artikel diatas bisa menambah wawasan kita semua sebagai muslim agar kedepannya shalat yang kita lakukan bisa diterima, sempurna dan sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh nabi Muhammad shallahu’alaihi wasallam.

Sumber : Postshare.co.id

PARAH!Jelas Banget Sesatnya,Masih Juga Dibilang Benar Shalat Tarawih Orang Syiah ini Tidak Masuk Akal


Pekayok - Ramadhan merupakan bulan suci yang sangat istimewa bagi ummat islam. Ada banyak ibadah yang disunnahkan oleh nabi Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam pada bulan ini. Salah satunya yaitu ibadah shalat sunnah tarawih yang dilaksanakan pada setiap malam di bulan ramadhan.  Tata cara shalat tarawih sudah diajarkan dan dicontohkan oleh nabi shalallahu'alaihi wasallam kepada kita ummat muslim. 

Ada hal yang sedikit mengejutkan beberapa waktu ini dimana beredar video orang syi'ah yang sedang shalat tarawih. Ada yang aneh dan ganjal pada tata cara mereka melaksanakan sholat sunnah ini. Seperti yang dilansir dari Syiah Indonesia, tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang menjadi identitas khusus Ramadhan. Amalan sunnah ini dilakukan oleh Rasulullah pada saat Ramadhan, sebagaimana yang disampaikan oleh An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu,

قمنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلة ثلاث وعشرين في شهر رمضان إلى ثلث الليل الأول ثم قمنا معه ليلة خمس وعشرين إلى نصف الليل ثم قام بنا ليلة سبع وعشرين حتى ظننا أن لا ندرك الفلاح
Kami shalat tarawih bulan Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam ke-23 hingga sepertiga malam pertama, kemudian kami shalat lagi pada malam ke-25, hingga pertengahan malam, kemudian beliau mengimami kami pada malam ke-27 hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak bisa ngejar sahur. [HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf, An-Nasai, Imam Ahmad dalam musnadnya, Al-Firyabi dan dishahihkan oleh Al-Hakim].

Tarawih memiliki sebuah keutamaan, dalam hadis dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat hingga pertengahan malam, sebagian sahabat minta agar beliau memperlama hingga akhir malam. Kemudian beliau menyebutkan keutamaan shalat tarawih berjamaah,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَةٍ“
Barangsiapa yang shalat tarawih
 berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala shalat tahajud semalam suntuk.” (HR. Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).

Sementara salah satu diantara prinsip syiah dua belas imam yang berkembang di Iran adalah menolak semua ajaran islam yang dilestarikan para sahabat. Karena mereka menganggap para sahabat telah berkhianat dan menyelewengkan syariat. Salah satunya adalah shalat tarawih. Syiah mengklaim, tarawih adalah ajaran Umar yang belum pernah ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan karenanya, bagi orang syiah, tarawih adalah bid’ah.

Namun bagaimana dengan pelaksanaan tarawih syiah sebagaimana video di bawah ini:

Setelah mengklaim tarawih itu sesat, lantas apa yang sedang mereka lakukan ini?! Naudzubillah, aneh banget kan gan, masa iya ada orang sholat tarawih seperti itu, semoga kita semua dijauhkan dan dihindarkan dari aliran-aliran sesat seperti ini.

Sumber : Terfenomenal.blogspot.co.id

Na’Udzubillah,Sebulan Penuh Menahannya,Puasa Tidak Mendapatkan Apa-Apa Kecuali Lapar dan Dahaga.Banyak Seperti Ini dan Tidak Mau Menyempurnakannya,Sehinggah Neraka Pun Menantinya


Pekayok - Sebagian muslimah menunaikan puasa sebagaimana muslimah lainnya, tetapi mereka tidak berjilbab. Bahkan, ada yang pakaiannya terbuka sedemikian rupa sehingga mengganggu orang lain dengan auratnya. Bagaimana hukum puasa muslimah yang demikian itu?

Syaikh DR Yusuf Al Qardhawi menjelaskan, puasa adalah ibadah yang bertujuan untuk menyucikan jiwa, menghidupkan hati, menguatkan iman dan mempersiapkan seseorang menjadi bertaqwa. Sebagaimana firman-Nya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)

Oleh karena itu, orang yang berpuasa harus membersihkan puasanya dari hal-hal yang merusak dan mengotorinya. Ia harus menjaga matanya, telinganya, dan anggota badannya dari kemaksiatan.

Dalam hadits Rasulullah disebutkan, banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ

”Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah)

Mengapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa selain lapar dan dahaga? Karena ia melakukan kemaksiatan. Salah satu kemaksiatan yang dicontohkan dalam hadits adalah berkata-kata palsu.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

”Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya” (HR. Bukhari)

Membuka aurat (tidak berjilbab) adalah salah satu bentuk kemaksiatan. Bahkan, jika kemaksiatan lain hanya merugikan dirinya sendiri, orang yang tidak menutup aurat bukan hanya bermaksiat secara pribadi tetapi juga membuat orang lain bermaksiat dengan memandangnya, dengan melihat auratnya.

Puasa sejatinya adalah mengendalikan syahwat dan menghindari maksiat. Namun bagi orang yang membuka auratnya, ia justru membuat orang lain terpicu syahwatnya dan terbawa bermaksiat.

Satu hal pasti yang menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama’ tanpa ada yang berselisih pendapat, bahwa muslimah wajib menutup aurat. Aurat wanita adalah sama seperti ketika ia shalat. Yakni ia wajib menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Membuka aurat hukumnya haram. Seorang muslimah yang telah baligh, tetapi ia membuka auratnya, maka ia berdosa.

Apakah dosa membuka aurat ini, maksiat membuka aurat ini otomatis membuat puasanya batal? Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa kemaksiatan membatalkan puasa. Menurut pendapat ini, berdusta, mengumpat, ghibah, melihat aurat, membuat puasa menjadi batal. Demikian pula memperlihatkan aurat kepada orang lain. Pendapat ini dipegang oleh Al Auza’i dan Ibnu Hazm dari kalangan Zhahiriyah.

Sedangkan jumhur ulama’ berpendapat bahwa kemaksiatan tidak membatalkan puasa, namun merusak pahala puasa sesuai dengan kadar kemaksiatan yang dilakukan. Demikian ini karena, menurut jumhur ulama’, tidak seorangpun bisa benar-benar bersih dari kemaksiatan, khususnya kemaksiatan lisan.

Imam Ahmad mengatakan, “Andaikata ghibah membatalkan puasa, niscaya kita tidak dapat berpuasa.”

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua. Dengan demikian, orang tidak berjilbab, bukan berarti puasanya batal. Namun, sudah pasti pahala puasanya tidak bisa sempurna. Bahkan, na’udzubillah, dikhawatirkan puasanya tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Wallahu a’lam bish shawab.

Sumber : Webmuslimah.com

Astagfirullahaladzim! Doa Iblis Kepada Allah Swt Salah Satunya Ialah Kekuatan Populasi,Beginilah Cara Iblis Berkembang Biak 'Sama Hal nya Dengan Jumlah Keberadaan Manusia


Pekayok - Banyak sekali web-web atau situs-situs yang memaparkan nama-nama iblis serta syetan yang sebagian diambil dari hadits-hadits yang Dhoif(lemah) dan sebagian diambil dari perkataan Ulama tanpa dalil.

Syetan dan Jin adalah perkara Ghaib, dan perkara Gahib tidaklah boleh kita percayai dan yakini kecuali yang datang dari Perkataan Allah (ALQur’an) dan perkataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam(Sunnah).

Adapun perkataan manusia, seperti dukun, kita tidak boleh mempercayainya!! karena Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :

Cara Iblis Berkembang Biak


قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakan(wahai Muhammad) tidak ada yang mengetahui perkara ghaib dilangit dan dibumi kecuali Allah”.(AnNaml:65)

Asal mula syetan-syetan dari satu nenek moyang yaitu Iblis.

Berkata Imam Nawawi Rahimahullah

إبليس كنيته أبو مرة . وقيل : إن الشياطين فيهم الذكور والإناث، فيتوالدون من ذلك، وأما ابليس فإن الله تعالى خلق له في فخذه اليمنى ذكراً وفي اليسرى فرجاً فهو ينكح هذا بهذا فيخرج له كل يوم عشر بيضات، يخرج من كل بيضة سبعون شيطاناً وشيطانة،

“ Iblis (Kunyah) julukannya adalah Abu Murroh, maka jika dikatakan bahwa syetan-syetan ada yang laki-laki dan perempuan dan beranak pinak dari seorang Iblis,

Adapun Iblis maka sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan paha kanan iblis kemaluan laki-laki dan pada pada paha kirinya kemaluan permpuan maka iblis menikah dengan ini dengan yang ini(paha kanan dengan paha kiri) maka keluar darinya (Farj/ paha kiri) syetan) darinya, Iblis setiap harinya sepuluh telur, dan keluar pada setiap telurnya 70 syetan laki-laki dan perempuan.

Nama lain Iblis adalah Azaazil

Diriwayatkan oleh AlBaihaqi dalam Syu’abulIman(158) dan Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya(Jaz 2/88) dari Ibnu Abbas, Bahwasannya rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كان إبليس اسمه عزازيل ، وكان من أشرف الملائكة من ذوي الأجنحة الأربعة ، ثم أبلس بعد

“Dahulu Iblis namanya adalah ‘azaazil, dia termaksud dari malaikat-malaikat yang paling mulia yang memiliki empat sayap, kemudian dia durhaka setelah itu.”

Berkata imam AsSyuyuti didalam kitabnya “AlItqon fi ‘Ulumil Qur’an (1/399):

وفيه – أي القرآن – من أسماء الجن أبوهم إبليس وكان اسمه أولا عزازيل أخرجه ابن أبي حاتم وغيره عن ابن عباس

“Didalam AlQur’an terdapat nama-nama jin dan bapak mereka Iblis dan adapun namanya yang pertama adalah ‘Azazil di riwayatkan oleh Ibnu abu Hatim dari Ibnu Abbas

Berkata Ibnu hajar dalam Fathul Bari(10/53)

ومن أسمائه الحارث والحكم وكنيته أبو مرة

“dari nama-nama iblis adalah Harits dan Hikam dan Kunyahnya adalah Abu Murroh.”

أحب الأسماء إلى الله عبد الله وعبد الرحمن ، وأصدقها حارث وهمام ، وأقبحها حرب ومرة

Akan tetapi nama Haris untuk syetan tidaklah benar karena ada hadits shahih, bahwa rasulullah saw bersabda : Nama yang palaing disukai oleha Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman dan nama yang paling Shadiq(jujur) adalah Harits dan Himam dan nam yang paling burk adalah Murroh dan Harb dan Murroh.(HR.Abu Daud/4950 dan Bukhori didalam Adab Mufrod 814 dan sanadnya shahih.

Dan disana terdapat riwayat-riwayat lain tentang nama-nama syetan dan keturunannya yang Insya Allah riwayatnya lebih kuat diantara riwayat-riwayat tentang nama-nama syetan yang lain. Diantaranya :

1- Wiswas atau dzulwaswas.

Ini adalah nama dari nama-nama syetan berdasarkan pendapat Jumhur ahli tafsir dari kalangan shabat dan tabi’in seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Muqotil dan Qotadah ketika menafsirkan Surat anNaas, ayat 4.

  { مِن شَرِّ الوسواس }

2- Azabb bin Azyab

Berdasarkan Hadits riwayat Ahmad dari ka’ab bin malik, berkata, Ketika kami berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Syetan berteriak dari puncak bukit dengan suara yang sangat jauh yang aku sama sekali belum mendengarnya….maka rasululllah bersabda,

هذا أزب العقبة هذا ابن أزيب ، أتسمع أي عدو الله ؟

“ini adalah Azabb al’Aqobah, ini adalah ibnu Azyab, apak engkau mendengar wahai musuh Allah?…..(Musnad Ahmad, 31/432) dan menshahihkannya AlArnaauth didalam Tahqiqnya terhadap kitab Zaadul Ma’aad.

3- Honzab

Diriwayatkan dalam Shahih muslim (4083), Bahwasanya ‘Utsman bin Abi al’Ash mendatangi nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia berkata, “Wahai rasulullah sesungguhnya Syatan telah menghalang antara aku dan shalatku dan bacaanku dia mengacaukannya!” maka rasulullah saw bersabda,

“ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا

“itu adalah setan, yang dikenal dengan “Honzab” jika engkau meresakannya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan berludahlah kesebelah kirimu 3 kali..”.

4- Walhan

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Turmudzi dari Ubay bin Ka’ab dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

للوضوء شيطان يقال له الولهان فاتقوه أو قال فاحذروه

“ketika berwudhu ada syetan(yang mengganggu) ia disebut dengan Walhan maka berhati-hatilah kepadanya”.

AlBaihaqi meriwayatkan dari Hasan Bashri, dia berkata, :

شيطان الوضوء يدعى الولهان

“Syetan whudhu didebut dengan Walhan” (Dan Riwayat ini shahih dari Hasan AlBashri)

5- Ajda’

Didalam riwayat abu daud, Ibnu majah dan Ahmad, hadits dari Umar bin Khatthob, beliau berkata, “akau mendengar rasulullahu Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْأَجْدَعُ شَيْطَانٌ“ 

“Al-Ajda’ adalah syetan”

6- Ghilan atau Ghul

Diriwayatkan oleh Ahmad didalam Musnad (28/308)juga diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, Annasaai dan Thabrani, dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنَّ الْأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ وَإِذَا تَغَوَّلَتْ لَكُمْ الْغِيلَانُ فَنَادُوا بِالْأَذَانِ

“Apabila Ghilan menakut nakuti kalian maka serulah Azan”

Nama ini dikuatkan hadits dari Muslim didalam shahihnya(4119) dari Jabir, bahwasannya rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا غُولَ

“Tidak ada penyakit yang menular secara sendirian, tidak ada pengaruh atau tanda bahaya karena suara burung, dan tidak ada (Ghul) hantu.”

7- Khubuts dan Khobaaits.

Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Anas bin Malik, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apa bila masuk tempat buang hajat, beliau mengucapkan doa,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Ya Allah Aku berilndung dari Khubuts(setan laki-laki) dan Khobaaits(setan permpuan)”

Sumber : Kiat-Kita.blogspot.com